Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 November 2017

Deretan Foto Suasana Pertempuran Surabaya, November 1945

Peristiwa Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 adalah salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pertempuran antara pasukan Indonesia melawan pasukan sekutu yang dimotori tentara Inggris ini adalah bukti keberanian para pejuang meski dengan persenjataan tak berimbang.

Dokumentasi peristiwa tersebut sangat lengkap dalam literatur sejarah, namun untuk dokumentasi dalam bentuk foto atau rekaman video ternyata sangat sedikit. Salah satu foto ikonik saat Bung Tomo tampak sedang berpidato yang lekat dengan peristiwa 10 November, ternyata diambil saat beliau berpidato di Mojokerto guna mengumpulkan sumbangan untuk korban perang Surabaya.

Foto-foto suasana pertempuran justru bersumber dari pihak luar. Imperial War Museum (IMW), museum yang didanai pemerintah Inggris, menyimpan dokumentasi situasi pertempuran Surabaya yang cukup beragam. Tentu saja karena foto-foto tersebut berasal dari arsip militer Inggris, pertempuran lebih banyak terlihat dari sisi pihak sekutu.

Berikut deretan foto suasana pertempuran Surabaya beserta kronologisnya.

Dua tentara infantri Inggris berlari di sebuah jalan di kota Surabaya saat bertempur melawan pejuang Indonesia

Tentara infantri Inggris berlindung di sisi jalan

Tentara Gurkha berlindung di balik tank Stuart Inggris

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia diumumkan di Jakarta, para pejuang di seluruh Indonesia bangkit untuk merebut wilayah yang dikuasai Jepang. Para pemuda Surabaya pun segera merampas peralatan militer Jepang dan berhasil memperoleh banyak senjata. Gerakan pemuda Surabaya segera diorganisir untuk bersiap menghadapi ancaman dari pihak penjajah yang ingin kembali mengklaim untuk berkuasa.

Ancaman tersebut benar datang pada tanggal 25 Oktober 1945, 5000 tentara dari Divisi 23 sekutu yang dipimpin Brigadir AWS Mallaby mendarat di Surabaya. Mereka segera masuk kedalam kota dan mendirikan pos-pos pertahanan di delapan titik strategis.

Tentara Gurkha melindungi konvoi tank ringan jenis Stuar milik Inggris

Tentara Inggris sedang memegang senapan Jepang dan bom molotov yang disita dari pejuang Indonesia.

Warga sipil mengungsi meninggalkan kota Surabaya

Misi awal mereka adalah ingin menyita senjata Jepang yang telah dikuasai pejuang rakyat. Pejuang menolak keras permintaan mereka sampai akhirnya sekutu urung melucuti senjata yang telah dikuasai pejuang.

Tapi rentetan peristiwa penyerangan dan ancaman yang dilakukan pihak sekutu membuat pejuang marah. Penyerangan tentara ke sekutu ke penjara Kalisolok untuk membebaskan perwira Belanda, kolonel Huiyer dan penyebaran pamflet peringatan untuk menyerahkan senjata dengan ancaman tembak ditempat, membuat militer Indonesia geram dan memerintahkan menyerbu seluruh pos pertahanan Inggris di Surabaya.

Anggota palang merah dari warga keturunan Tionghoa bersiaga menanti korban luka

Tentara Inggris dengan sejana jenis Bren berlindung dari serbuan pejuang.

Tumpukan goni berisi pasir melindung pos penjagaan yang dilengkapi senapan mesin

Serangan besar-besaran pada tanggal 28 Oktober 1945 dimulai pada pukul 4.30 pagi. 30.000 pejuang bersenjata api ditambah 100.000 rakyat dengan senjata tajam menggempur delapan pos Sekutu. Serangan tiba-tiba tersebut memaksa Sekutu menyerah dan meminta berunding.

18 perwira dan 374 serdadu sekutu tewas, luka-luka dan hilang dalam serangan. Sementara 6000 pejuang Indonesia gugur, luka dan hilang. Andai perang dilanjutakan Brigadir Mallaby yakin mereka akan habis.




Setelah Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta berunding dengan Mallaby pada 29 Oktober, dicapai kesepakatan gencatan senjata dan kota Surabaya dikuasai penuh oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Indonesia.

Peristiwa tak terduga terjadi pada 30 Oktober 1945. Saat para anggota Kontak Biro dari kedua belah  pihak (yang bertugas mensosialisasikan genjatan senjata) mendatangi beberapa tempat yang masih terjadi pertempuran, kesalahpahaman terjadi. Brigadir Mallaby yang menolak permintaan pemuda agar pasukannya yang terkepung menyerah, terlibat insiden baku tembak dan akhirnya tewas.

Bangkai mobil Brigadir Mallaby yang hangus terbakar akibat ledakan granat yang dilempar tentaranya sendiri

Seorang sersan tentara Inggris mengecek rongsokan mobil Brigadir Mallaby setelah terlibat kontak tembak dengan pejuang Indonesia

Suasana kota mencekam selama pertempuran

Bangkai arteleri Jepang yang digunakan pejuang Indonesia melawan Sekutu

Meski dari berbagai kesaksian perwira Inggris di tempat kejadian yang mengatakan pihak Inggrislah yang pertama kali memulai tembakan, pihak sekutu tetap marah besar. Letjen Christison mengultimatum pejuang Indonesia untuk menyerah. Jelas pihak Indonesia menolak dengan tegas karena yakin peristiwa tersebut adalah kecelakaan.

Diam-diam, sekutu mengerahkan pasukannya secara besar-besaran memasuki kota Surabaya. 24.000 tentara dari Divisi 5 Inggris dikomandoi Mayjen RC Mansergh menyusup masuk. Kapal perang dengan 1500 marinir juga merapat ke Surabaya. Dan berbagai jenis pesawat tempur  dan tank Sherman dengan persenjataan tercanggih saat itu diterjunkan.

Tentara Gurkha membongkar blokade yang dibuat pejuang di sebuah jalan di Surabaya


Coretan berisi pesan semangat juang memenuhi dinding sebuah bangunan di kota Surabaya

Pada 9 November 1945 jam 2 siang, Mayjen Mansergh mengultimatum Indonesia. Isi ultimatum tersebut sangat melecehkan pejuang:

Seluruh pimpinan Indonesia, termasuk pimpinan gerakan pemuda, kepala polisi, dan kepala radio Surabaya harus melapor ke Bataviaweg tanggal 9 November pukul 18.00. Mereka harus berbaris satu persatu membawa segala jenis senjata yang mereka miliki. Senjata tersebut harus diletakkan di tempat yang berjarak 100 yard dari tempat pertemuan, setelah itu orang-orang Indonesia harus datang dengan tangan di atas kepala mereka, dan akan ditahan, dan harus siap untuk menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat.

Ultimatum yang tak masuk akal tersebut ditanggapi dengan perlawanan. Komandan pertahanan kota Soengkono dihari yang sama pada jam 5 sore mengadakan pertemuan dengan seluruh unsur kekuatan rakyat di Markas Pregolan 4. Ia menawarkan untuk meninggalkan kota bagi yang merasa tak mampu, namun seluruh pejuang bertekad mempertahankan Surabaya sampai titik darah penghabisan. Para ulama juga turut andil mengobarkan semangan jihad pada para santrinya yang ikut berjuang.

Pengungsi keturunan Tionghoa meninggalkan kota Surabaya 

Kapal tanker bekas Jepang; OSAKA MARU terbakar di pelabuhan Surabaya

Seorang kepala polisi Indonesia menerima 18 senapan dan 200 amunisi untuk menjaga keamanan sekitar. Senjata didapat dari hasil sitaan tentara Sekutu. Tiga hari setelah foto ini diambil, Tentara Pejuang Indonesia menguasai kembali senjata tersebut.

Seorang tentara Gurkha mengamati tank ringan yang dirampas dari pejuang Indonesia. 

Secara resmi, pada pukul 10 malam, Gubernur Surabaya, Soeryo menyatakan menolak ultimatum Inggris melalui radio. Radio perlawanan yang dipimpin Bung Tomo menyerukan panggilan Jihad untuk membakar semangat juang rakyat. Pidatonya yang berapi-api hingga kini masih bisa di dengar.

10 November 1945 jam 6 pagi, tepat setelah batas waktu ultimatum habis, Inggris menggempur kota Surabaya dari darat, laut dan udara. Pengeboman membabi buta tersebut menimbulkan banyak korban sipil. Pasar Turi yang sedang ramai, terkena hujan bom dan menewaskan ratusan penduduk sipil.

Tentara Gurkha dari Divisi 5 yang terluka sedang menunggu evakuasi setelah terjadi baku tembak dengan tentara Indonesia di pinggiran kota Surabaya.


Penduduk sipil ditangkap tentara Gurkha karena dituduh menjarah.


Tentara Gurkha memborbardir posisi pejuang di kota Gresik (10 mil dari Surabaya) dengan meriam 3,7 inchi.

Selama tiga minggu pertempuran tak seimbang tersebut berlangsung, tercatat lebih dari 20.000 rakyat Surabaya tewas. Sementara 150.000 orang terpaksa mengungsi meninggalkan kota. Surabaya luluh lantak. Sementara Inggris mencatat 1.500 tentaranya tewas, luka-luka atau hilang.

28 November 1945 adalah perlawan terakhir dari pejuang yang terjadi di daerah Gunungsari. Meski secara sporadis kontak tembak masih terjadi di beberapa tempat. Namun secara de facto perlawanan pejuang telah berhenti.

Tentara Gurkha berlindung dibalik tank Indonesia yang rusak


Warga sipil mengantri air bersih. Selama pertempuran, pasokan air bersih berhenti mengalir di kota Surabaya.


Tentara Gurkha sedang bertempur melawan Sniper pejuang Indonesia di sebuah desa diluar kota Surabaya


Pengumuman yang ditempel oleh tentara Indonesia di Surabaya, meminta pasukan Gurkha yang berasal dari India untuk tidak ikut bertempur melawan Indonesia.

Indonesia kalah dalam pertempuran tersebut. Namun pertempuran Surabaya menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia rela berkorban jiwa raga untuk mempertahankan kemerdekaan. Slogan "Merdeka atau mati" benar-benar terbukti. 10 November akhirnya ditetapkan sebagai hari pahlawan oleh Presiden Soekarno setahun kemudian.

Sumber foto : Imperial War Museum

Minggu, 08 Oktober 2017

8 Pandangan Keliru Dunia Barat Terhadap Indonesia

Tipsiana.com - Elizabeth Pisani, seorang wartawati harian The Guardian, pernah bertanya tentang Indonesia pada orang-orang di London, New York dan Rio de Janeiro. Kompak, rata-rata mereka hanya bisa memegang dagu sambil garuk-garuk kepala. Yang sedikit berwawasan menjawab, "mungkin di sekitar sini" sambil menunjuk ragu-ragu ke arah peta Indocina atau Asia Selatan.

Meminjam kalimat pengusaha James Riady, Indonesia adalah 'the biggest invisible thing on the planet', benda terbesar yang tak terlihat di planet bumi. Meski merupakan negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, gaung nama Indonesia tak terlalu populer.


Untunglah sejak era internet mewabah, Indonesia mulai dikenal karena penduduknya merupakan pengguna Facebook dan Twitter terbesar. Meski demikian, tetap saja dunia barat belum banyak tahu tentang Indonesia. Bahkan bagi yang sedikit tahu, mereka malah cenderung memiliki pandangan keliru tentang negara kita.

Berikut delapan salah persepsi orang asing pada Indonesia.


Letak Indonesia berada di wilayah Bali

Kita pasti tertawa mendengar hal tersebut. Tapi begitulah faktanya, Bali lebih dikenal di banding Indonesia. Sampai-samapai mereka mengira Indonesia adalah bagian dari Bali. Padahal, Bali hanyalah satu dari 34 provinsi yang ada di Indonesia dan termasuk provinsi kecil dibanding besar wilayah provinsi lainnya. Bali memang telah mendunia. Orang barat menyebut Bali sebagai, Surga yang di anugerahkan Tuhan di bumi.



Indonesia adalah Negara Islam

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia dikira sebuah negara Islam. Agama memang berperan penting dalam membangun budaya dan jatidiri bangsa, tapi Indonesia sendiri menganut paham Pancasila dan mengakui sembilan agama berbeda. Pancasila telah mewakili aspirasi dan identitas diri semua warga Indonesia.


Penduduk Indonesia adalah suku terasing

Mungkin karena sangat jarang mereka dengar, maka orang Indonesia mereka anggap sama dengan orang-orang suku pedalaman Afrika yang nyaris telanjang dan hidup diatas pohon. Tak dipungkiri kita memang memiliki suku asli yang hidup di daerah terpencil, namun mayoritas (lebih dari 50%) penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Bahkan yang hidup di desa pun kini tak kalah modern dengan yang tinggal di kota.

Indonesia hanya memakai pakaian konvensional

Karena berpenduduk mayoritas muslim, mereka mengira gaya berpakaian kita sama dengan gaya orang arab. Padahal tren fashion Indonesia tak kalah dengan negara lain. Di kota-kota besar mereka akan melihat gaya anak muda Indonesia mirip dengan gaya anak muda di luar negeri (meski kadang seperti terallu dipaksakan).


Orang Indonesia cuma punya satu bahasa

Kita memang punya bahasa persatuan; Bahasa Indonesia (yang orang luar negeri sering menyebutnya hanya sebagai "Bahasa"). Yang tak banyak diketahui mereka, Indonesia yang terdiri dari beratus suku punya 746 bahasa berbeda. Mungkin Anda juga baru tahu, ya?


Indonesia adalah negara miskin

Generalisasi ini sebagai akibat dari ketidaktahuan mereka. Simpelnya, kita biasa menarik kesimpulan dari logika yang salah; negaranya jarang di dengar, tidak populer, pasti negara miskin. Ini jelas keliru. Meski kemiskinan merupakan isu yang sedang diperangi di Indonesia, negara kita tetap sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi positif dan salah satu negara berpendapatan per kapita terbesar di Asia. Jadi, penilaian mereka terhadap kita sekali lagi salah.
Dikirim oleh Tipsiana Ina pada 8 Oktober 2017

Makanan Indonesia sama dengan masakan India

Mungkin karena kemiripan nama, orang asing sering mengira Indonesia sama dengan India. Apalagi di peta dunia di bawah kepulauan Indonesia terdapat Indian Ocean (Samudera Hindia). Karenanya, masakannya juga pasti sama. Padahal masakan khas kita jauh berbeda dengan India. Btw, Rendang bahkan dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia versi CNN.


Indonesia adalah negara sarang teroris

Stereotip ini muncul sejak terjadi rangkaian peristiwa bom Bali yang terjadi di tahun 2002 dan 2005. Bom pertama menewaskan lebih dari 200 wisatawan dan penduduk lokal. Sedang yan gkedua menewaskan 23 orang.

Bali sebagai destinasi wisata dunia terguncang dan beritanya menyebar dengan masif ke seluruh dunia. Dan ini yang selalu menjadi ingatan buruk bagi wisatawan asing tentang Indonesia. Namun dengan penanganan serius pemerintah Indonesia terhadap jaringan teroris, Indonesia kini aman terkendali. Keamanan dan kenyamanan Bali juga telah kembali seperti sediakala.


Bonus:

Indonesia sering disebut sebagai "Wkwkwk Land"

Ketika pesulap Demian muncul dalan "American got Talent", banyak pemirsa luar negeri yang terkesan dengan penampilannya. Lucunya, mereka menyebut Demian bukan berasal dari Indonesia tapi dari negeri antah berantah yang disebut 'wkwkwk land'.


"I know this guy. he is from WKWKWKWK land" (Aku kenal orang ini, ia berasal dari negeri WKWKWKWK) seru seorang netizen asing. Tak sampai disitu, ada juga yang berkomentar, "I've been seen this guy on netflix before, he's from om telolet om country." (Aku pernah lihat pria ini di netflix sebelumnya, ia berasal dari negara "Om telolet om".

Entah, apa kita harus bangga atau terhina dengan sebutan tersebut.

Jumat, 06 Oktober 2017

Melihat Sisi Lain Dunia Lewat Peta

Sejauh pengetahuan kita, dunia adalah satu-satunya planet yang berisi mahluk hidup dengan aktivitas kompleks didalamnya. Dari perilaku manusia hingga aktivitas hewan dan fenomena alam, planet bumi adalah sumber gerakan fisik, politik dan budaya tanpa henti.

Aktivitas bumi tentunya akan tampak semrawut tanpa pola bila dilihat dalam satu waktu. Namun dengan munculnya teknologi satelit dan pengolahan data modern, semua aktivitas yang terjadi di permukaan bumi bisa dirangkum dan diterjemahkan kedalam bentuk sederhana dan menarik untuk dipahami.

Alastair Bonnet, seorang profesor geografi sosial di Universitas Newcastle, memperlihatkan gambaran unik dari tren global yang ada di dunia. Meliputi dataran, laut dan udara, ia memberi berbagai data tentang hal-hal menarik yang terjadi di bumi lewat media peta bumi.

Sebagai contoh, dari peta yang dirilisnya, Indonesia ternyata termasuk negara yang paling banyak memiliki hewan beracun. Orang Indonesia juga termasuk yang paling ramping di dunia, dengan hanya memiliki 10-20% penduduk yang kegemukan. Berikut 11 peta menarik yang belum pernah Anda lihat sebelumnya.

Klik pada gambar untuk memperbesar.

Rute Pelayaran Kapal


Garis-garis terang biru yang memenuhi peta diatas adalah jalur pelayaran kapal yang melintasi samudera. Perjalanan yang paling banyak dilakukan tampak berada di Pasifik Utara dan Atlantik Utara, serta Samudera Hindia. Banyak juga kapal yang menggunakan garis pantai sebagai navigasi pelayaran mereka.

Hantaman Asteroid


Data peta ini dirilis pada November 2014 oleh NASA. Menunjukkan sebaran hantaman asteroid di seluruh dunia dengan ukuran dari 1 meter hingga 20 meter, antara tahun 1994 sampai 2013. Titik kuning menandakan hantaman terjadi di siang hari, sementara titik biru pada malam hari. Dari sebaran titik yang merata di seluruh permukaan bumi, menandakan tak ada tempat untuk sembunyi dan terhindar darinya.

Lautan Tak Terjamah


2.700 ilmuwan dan 5.040 ekspedisi telah mencoba memerinci kehidupan laut di bawah air. Diambil dari studi di tahun 2010 oleh lembaga Centre for Marine Life, wilayah merah muda menandakan daratan, biru muda adalah laut yang telah dijelajahi dan warna biru tua adalah laut yang hanya terjamah oleh sedikit ilmuwan dan kebanyakan belum dijelajahi.

Ini termasuk hamparan luas Samudera India, wilayah selatan Atlantik dan Pasifik. Bonnet menyatakan ada 750.000 spesies yang tertangkap radar namun belum bisa diketahui spesiesnya.

Serangga yang bisa dimakan


Dalam peta ini, Indonesia termasuk negara yang punya banyak serangga layak konsumsi. Namun dikawasan asia tenggara, Thailand merajai dengan 200-300 spesies serangga bisa dimakan. Meski Thailand dikenal sebagai pemakan serangga terbanyak selain Cina, peta ini tidak menunjukkan seberapa banyak orang memakan serangga, tapi menunjukkan jumlah spesies serangga yang bisa dimakan di suatu negara.

Negara Paling Rentan terhadap Bencana Alam


Berdasarkan laporan resiko yang dihadapi dunia oleh PBB di tahun 2012, area berwarna hijau tua adalah yang paling beresiko tertimpa bencana alam. Lihat peta Indonesia, kepulauan kita berwarna hijau paling tua, ini berarti Indonesia termasuk negara yang paling rentan tertimpa bencana alam.

Kepemilikan Senjata


Peta ini menunjukkan jumlah senjata pribadi yang dimiliki penduduk suatu negara berdasarkan data tahun 2007. Sebagian besar senjata dimiliki AS, dimana sekitar ada 80 senjata dimiliki tiap 100 orang, ini adalah kepemilikan 42% senjata api di dunia, diikuti Yaman, Jerman dan Islandia. Indonesia termasuk yang paling aman dari senjata api.

Jumlah Hewan Beracun


Diambil dari database Living Hazard, yang disimpan pemerintah AS, terdapat sekitar 500 spesies binatang beracun di seluruh dunia. Meksiko punya 80 spesies hewan beracun, Brasil 79, Australia 66. Indonesia termasuk yang paling banyak memiliki hewan beracun dengan lebih dari 50 spesies hewan beracun.



Negara Paling Damai


Diolah dari Global Peace Index yang dipublikasikan oleh Institute for Economic and Peace, Indonesia termasuk negara yang damai. Sementara yang paling aman adalah Kanada, Selandia Baru, Portugal, Islandia, Austria dan Jepang. Negara paling berbahaya dari segi keamanan adalah Irak, Sudan Selatan dan Suriah.

Negara Paling Bahagia


Damai belum tentu bahagia, tampak bagai sebuah ironi. Tapi inilah yang terjadi di Indonesia. Dari peta tingkat kebahagian diatas, Indonesia termasuk negara damai yang belum bahagia. Nilai indeks kebahagiaan Indonesia hanya 4.76 - 5.70.

Menurut data lembaga UNSDSN di tahun 2016, Indonesia hanya menempati urutan ke-79 negara paling bahagia di dunia. Apa sebab?

Polusi Udara


Meski kota-kota besar di Indonesia sudah terasa sumpek oleh polusi udara, namun secara keseluruhan, Indonesia termasuk negara dengan tingkat polusi rendah. Anda bisa lihat dari peta diatas.

Dikirim oleh Tipsiana Ina pada 6 Oktober 2017


Negara dengan Penduduk Paling Gemuk


Diilustrasikan lewat persentase jumlah penduduk yang kegemukan, peta ini dibuat berdasarkan data WHO tahun 2014. Area paling gelap menunjukkan tingkat kegemukan penduduk yang tinggi. AS, Arab Saudi dan Libya termasuk yang banyak memiliki penduduk obesitas. Sementara Indonesia termasuk yang paling sedikit.


Ada 50 peta dunia dengan beragam informasi menarik lainnya yang dimuat profesor Bonnet. Ia mengumpulkannya dalam sebuah buku berjudul New Views - The World Mapped Like Never Before yang terbit pada 26 Oktober 2017 mendatang.

Rabu, 04 Oktober 2017

Lima Prestasi TNI yang Diakui Dunia

Tipsiana.com - Hari ini, TNI genap berusia 72 tahun.  Usia yang hanya terpaut beberapa bulan dari terbentuknya NKRI. Sejatinya, tentara Indonesia telah lama ada sebelum tanggal 5 Oktober 1945 dinobatkan sebagai hari lahirnya TNI.

Laskar-laskar tentara rakyat yang merupakan cikal bakal TNI telah berjuang merebut kemerdekaan jauh sebelum tahun 1945. Perjuangan pantang menyerah dan terus sambung menyambung selama ratusan tahun, akhirnya mengantarkan republik ini ke pintu gerbang kemerdekaannya. Kegigihan pejuang Indonesia inilah yang sering dipuji baik oleh kawan maupun lawan.


Bahkan di era modern ini, TNI tetap memiliki tempat tersendiri di kancah militer dunia. Berbagai prestasi telah ditorehkan, bahkan hingga membuat salut negara sahabat. Kali ini kita akan mengulas lima prestasi TNI di kancah dunia internasional. Tentu banyak prestasi lain yang tak masuk dalam daftar ini, tapi setidaknya ini dapat menjadi bukti bahwa pantaslah kita berbangga punya TNI yang melindungi NKRI.

TNI adalah garda terdepan dalam pelaksanaan misi perdamaian di PBB

Sejak pertama kali ditugaskan dalam misi menjaga perbatasan di Mesir pada 1957, hingga kini kontingen pasukan perdamaian Indonesia telah bertugas di 70 misi perdamaian PBB di seluruh dunia.  Kontingen Garuda awalnya dibentuk sebagai tanda terimakasih Soekarno kepada dunia internasional karena telah mendukung kemerdekaan RI.

Menjaga keamanan, mengawal bantuan kemanusiaan dan melindungi warga sipil dari ketegangan bersenjata adalah tugas utama mereka. Selain kemampuan militer, kontingen Indonesia dikenal sangat dekat dengan warga sipil, dan ini menjadi keistimewaan tersendiri. Di tanah air, hubungan TNI memang mesra dengan rakyat, kemesraan inilah yang terbawa ke misi-misi mereka.


Selain menjalankan misi utama, Pasukan Garuda sering turun ke masyarakat lokal untuk melakukan kegiatan sosial seperti mengajar anak-anak, pementasan seni budaya , bahkan membuat kursus memasak.

Pada misi perdamaian di Kongo tahun 1962, Pasukan Garuda III mengajarkan rakyat Kongo cara mengolah daun ubi agar bisa dimakan. Selama ini rakyat Kongo menanam ubi untuk dibuat tepung singkong, sementara daunnya tak pernah dikonsumsi.

Tak sampai disitu, Pasukan Garuda III juga menorehkan prestasi dengan mampu menangkap 3.000 gerilyawan Kongo dengan hanya berkekuatan 30 anggota pasukan. Berpura-pura menjadi hantu dengan jubah putih, mereka berhasil membuat ketakutan ribuan pemberontak yang sangat percaya takhyul. Pemberontak hilang semangat bertempur karena mengira yang menyerang mereka adalah hantu dan akhirnya menyerah.


Pembebasan sandera pembajakan pesawat Woyla yang dipuji dunia

Setelah empat hari dibajak lima teroris, para penumpang pesawat DC 9 milik maskapai Garuda Indonesia dapat dibebaskan melalui operasi pembebasan sandera yang berlangsung hanya dalam waktu 3 menit. Peristiwa ini terjadi pada 31 Maret 1981.

Pesawat tujuan Jakarta-Medan tersebut dibajak usai lepas landas setelah transit di Palembang. Sempat mengarah ke Penang, pesawat akhirnya mendarat di Bangkok. Operasi pembebasan yang dipimpin Letkol Sintong Panjaitan ini sukses setelah para pembajak tak menyadari penyergapan yang dilakukan pada dini hari pukul 02.30 waktu setempat. Pasukan elit dari Komado Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha, sekarang Kopassus) bergerak dalam senyap.


Pasukan yang menyerang dari bagian pintu darurat dan bagian belakang pesawat, membuat teroris tak berkutik. Empat teroris ditembak mati, sementara pimpinan mereka, Imran bin Muhammad Zein berhasil ditangkap hidup-hidup. Semua penumpang selamat sementara pilot dan seorang anggota Koppasandha tewas.

Operasi pembebasan sandera ini mendapat pujian dunia. Malah hingga kini, taktik gemilang pasukan elit Indonesia dalam melakukan operasi dijadikan referensi para pasukan elite dunia.

Langganan juara umum lomba menembak antar tentara di dunia

Tentara Indonesia adalah penembak terbaik di dunia. Ini dibuktikan dengan selalu menjadi juara pada lomba menembak bertaraf internasional. Bayangkan, Tim tembak TNI AD berhasil menjadi juara umum kompetisi menembak di Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) sebanyak 10 kali berturut-turut sejak tahun 2008. Kompetisi ini diikuti 20 negara dari wilayah Asia Pasifik, termasuk tentara Amerika Serikat, Perancis dan Australia.


Bangganya, tentara kita menjadi yang terbaik dengan menggunakan senjata lokal buatan Pindad. Begitu hebatnya TNI, membuat sebagian peserta dari AS dan Australia tak percaya pada kemampuan tentara kita dan pada kompetisi pada tahun 2015, mereka meminta panitia membongkar senjata senapan serbu buatan Pindad yang digunakan TNI.

Hasilnya membuat mereka angkat topi, tak ada yang menyimpang pada spesifikasi senjata. Akhirnya mereka percaya bahwa kemenangan kita murni karena kemampuan anggota TNI yang memang mumpuni.

Prestasi ini ikut melambungkan nama PT. Pindad dan membuat mereka kebanjiran order pembelian senjata dari luar negeri.



Memiliki Pasukan Elit paling kuat

Di tahun 2008, Discovery Channel membuat daftar pasukan elit paling kuat di dunia. Kopassus dinobatkan sebagai pasukan elit terkuat ketiga dunia setelah SAS dari Inggris yang menempati posisi pertama disusul MOSSAD dari Israel di posisi kedua.

Kopassus adalah pasukan elit yang merupakan bagian dari Komando Utama (Kotama) tempur yang dimiliki TNI angkatan darat. Pasukan ini memiliki kemampuan bergerak cepat, menembak tepat, pengintaian, anti teror dan bisa diterjunkan di segala kondisi medan. Kemampuan tempur 1 orang anggota Kopassus setara dengan 8 orang tentara reguler.


Selain Kopassus, TNI juga memiliki beberapa kesatuan pasukan elit yang tak kalah hebat:

  • DENBRAVO-90 : Detasemen Bravo 90 dari Paskhas TNI-AU, dengan kemampuan tempur 1 prajurit sebanding dengan 5 prajurit reguler.
  • KOPASKA : Komando Pasukan Katak. Kemampuan 1 prajurit setara 24 tentara reguler.
  • YONTAIFIB : Batalyon Intai Amfibi. Kemampuan 1 prajurit setara 24 tentara reguler.
  • DENJAKA : Detasemen Jala Mangkara, pasukan elit TNI-AL. Merupakan gabungan dari personel KOPASKA dan YONTAIFIB. Kemampuan 1 prajurit setara 120 tentara reguler!

Kekuatan militer Indonesia tembus ranking 14 dari 133 negara di dunia

Laporan Global Firepower pada Mei 2017 menyebutkan, militer Indonesia menempati urutan ke-14 yang terkuat didunia dan menjadi militer terkuat pertama di ASEAN. Militer Indonesia diperkuat oleh 435.750 pasukan tempur aktif, 540.000 tentara cadangan, 441 unit pesawat militer, 418 unit tank, 221 unit kapal perang beragam jenis.


Bila menilik data diatas, rasanya tak terlalu istimewa, tapi Global Fire Power menempatkan kekuatan militer suatu negara dengan memperhitungkan 50 indikator berbeda. Dan salah satu indikator yang mendongkrak posisi kita adalah sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia yang melimpah.

Indonesia memang 'hanya' memiliki 400 ribu tentara aktif, tapi sebanyak 107.540.000 orang penduduk Indonesia siap diterjunkan bila suatu saat dibutuhkan negara. Inilah yang disebut kekuatan sistem Pertahanan Rakyat Semesta. Persis seperti yang dikatakan Jendral Gatot Nurmantyo, "Kekuatan TNI bersama rakyat."

Cadangan bahan bakar minyak Indonesia mencapai 3,6 milyar barel. Artinya, bila suatu saat perang berkecamuk, kita punya cukup cadangan bahan bakar untuk terus menggerakkan mesin perang meski tak ada pasokan dari luar negeri.

Bonus:

Tenaga Dalam Prajurit TNI

Tak ada yang membahas secara resmi tentang kemampuan yang satu ini. Tapi bukan rahasia lagi kalau tentara kita sering memiliki kemampuan tenaga dalam selain kemampuan tempur. Pada kegiatan latihan bersama dengan tentara dari negara sahabat. Prajurit TNI sering membuat kagum dan bergidik tentara lain dengan pertunjukan ilmu kanuragannya.

Kalau tentara negara lain mempertontonkan kekuatan otot dan keterampilan militernya, tentara kita dengan entengnya mengunyah beling, menyayat-nyanyat tangan dengan golok atau menyiram tangan dengan air keras tanpa terluka. Tak ada yang mampu mengimbangi.


Selamat ulang tahun TNI.

Senin, 02 Oktober 2017

Bukan Suharto, Inilah Jenderal yang Sebenarnya Tumbangkan Sukarno

Adalah salah kaprah jika menganggap bahwa Soeharto lah yang menggulingkan Soekarno. Jika melihat fakta sejarah, Jenderal Besar Abdul Haris Nasution adalah orang yang paling berperan dalam menjatuhkan Soekarno dari jabatanya Presiden Seumur Hidup.

Saat tragedi G30S/PKI, AH Nasution (sapaan akrab beliau) menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan serta menjabat Kepala Staff Angkatan Bersenjata . Dia adalah target utama yang harus dihilangkan, kegagalan Cakrabirawa membunuhnya adalah awal serangan balik yang maha dashyat untuk Soekarno dan Dewan Revolusi.


Nasution adalah salah satu Jenderal Angkatan Darat (AD) yang terpaksa setuju pada perintah Soekarno untuk menyerang Malaysia. Sebagian besar Jenderal AD menolaknya. Mereka tak mau nyawa prajurit AD digadaikan untuk ambisi pribadi Soekarno. Apalagi dalam perang tersebut, ada upaya penyebaran faham komunisme oleh PKI dan menyokong Partai Komunis Malaysia.

Para relawan yang disusupkan juga dipersenjatai dengan senjata kiriman dari negara komunis, yang nantinya bakal diusulkan oleh DN Aidit untuk jadi angakatan kelima.

Nasution berhasil lolos dengan luka di kaki. Dari tempat persembunyianya, dia meraba-raba korps pasukan yang setia padanya. Ketemulah Soeharto yang menjawab Panglima Kostrad (Pangkostrad).

Namun pada masa itu jabatan Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat tidak membawahi pasukan, berbeda dengan sekarang. Soeharto dengan cerdik memanggil komandan RPKAD (Kopassus) Sarwo Edhie dan meminta kesetiaanya dan pasukanya.

Setelah memiliki pasukan dan kelengkapanya, Soeharto meminta Nasution untuk datang ke markas Kostrad. Di sinilah Nasution kali pertama mendapat perawatan atas luka-lukanya dan melancarkan serangan balik.

Nasution yang kakinya terluka di markas Kostrad malam tanggal 1 Oktober 1965 

Sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan. Nasution memberi perintah pada Soeharto untuk menjaga kesiagaan pasukan Angkatan Darat sembari menyusun serangan balasan.

Ketika Dewan Revolusi diumumkan dari markas TNI AU di Halim. Nasution adalah orang pertama yang membangkang.

Dari Halim atas nama Dewan Revolusi, Soekarno langsung menunjuk Mayjen Pranoto Reksosamodra, sebagai Panglima Angkatan Darat. Mengetahui ini, Nasution segera mengamankan Pranoto di Markas Kostrad, dia dibrifing agar tidak menerima jabatan ini.

Menyadari bahwa kekuatan Angkatan Darat saat itu hanya prajurit RPKAD, jumlah kostrad sendiri saat itu tak memiliki personel prajurit. Nasution meminta bantuan Panglima Angkatan Laut, RE Martadinata.

Gabungan prajurit RPKAD dan KKO sukses memukul balik gerakan G30S dan memaksa Presiden Soekarno pulang ke istana negara. Membubarkan Dewan Revolusi.

Nama Nasution berkibar hati rakyat Indonesia saat, melebihi Soeharto. Di saat bersamaan dia berduka atas kematian putranya.



Dalam beberapa minggu pertama setelah G30S, Nasution-lah yang terus-menerus melobi Soekarno untuk menunjuk Soeharto sebagai Panglima Angkatan Darat. Soekarno, yang setelah 1 Oktober tetap menginginkan Pranoto sebagai pimpinan angkatan darat, awalnya dia ingin menjadikan Soeharto hanya sebagai Panglima Kopkamtib, tetapi dengan lobi terus-menerus yang dilakukan Nasution, Soekarno akhirnya dibujuk dan pada tanggal 14 Oktober 1965, ditunjuklah Soeharto sebagai Panglima Angkatan Darat.

Soekarno sebenarnya memahami sepak terjang Nasution, untuk mengebiri langkahnya, dia menawarkan posisi wakil presiden. Nasution pintar, melalui Soeharto, pada awal 1966 mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa tidak ada kebutuhan untuk mengisi kursi wakil presiden yang kosong.

Nasution dengan cerdik dia membidik kursi ketua MPRS. Tujuanya satu, agar bisa menumbangkan Soekarno agar penderitaan rakyat berakhir.

Soekarno telah diangkat oleh MPRS sebagai presiden seumur hidup, maka hanya MPRS saja yang bisa melengserkanya..

Setelah Soeharto menerima supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) dari Soekarno. Nasution menyadari bahwa Supersemar tidak hanya memberikan kekuasaan darurat kepada Soeharto tetapi juga memberinya kontrol eksekutif.

Nasution menyarankan kepada Soeharto bahwa ia berhak membentuk kabinet darurat. Menggantikan kabinet yang pro PKI dan pro Soekarno. Soeharto, masih hati-hati tentang apa yang dia bisa atau tidak bisa lakukan dengan kekuatan barunya, karena pembentukan kabinet adalah tanggung jawab presiden. Nasution mendorong Soeharto, berjanji untuk memberikan dukungan penuh.


Tanggal 18 Maret 1966, Soeharto menangkap Chaerul Saleh, ketua MPRS dan anggota MPRS yang dianggap pro PKI. Sebagai gantinya dibentuk MPRS pengganti.

MPRS yang baru pun bersidang dan Nasution terpilih sebagai ketuanya secara aklamasi. Dengan cerdik, pada 21 Juni 1966 Nasution dan MPRS meratifikasi Supersemar. Dengan keputusan ini berarti Soekarno dilarang menariknya kembali.

Pada 22 Juni, Soekarno mencoba melawan dengan menyampaikan pidato berjudul Nawaksara(Sembilan butir) di depan sidang MPRS. Namun Nasution bergeming, bahwa Supersemar tidak boleh dicabut atau ditarik kembali.


Selama dua minggu ke depan, Nasution sibuk memimpin Sidang Umum MPRS. Di bawah kepemimpinannya, MPRS mengambil langkah-langkah seperti melarang paham Marxisme-Leninisme, mencabut keputusan Soekarno sebagai presiden seumur hidup, dan memerintahkan pemilihan legislatif yang akan diselenggarakan pada bulan Juli 1968.

Sidang Umum MPRS juga meningkatkan kekuasaan Soeharto dengan secara resmi memerintahkannya untuk merumuskan kabinet baru. Sebuah keputusan juga disahkan yang menyatakan bahwa jika presiden tidak mampu melaksanakan tugasnya, ia kini akan digantikan oleh pemegang Supersemar, bukan wakil presiden. Inilah kenapa Nasution dulu ogah diangkat jadi Wapres, dengan jadi ketua MPRS dia bisa menumbangkan Soekarno.

Tahun 1966 pun berlalu, Soekarno semakin defensif dan popularitasnya di kalangan rakyat Indonesia semakin menurun. Jika Soeharto masih berbelas kasihan pada Bung Karno seperti membelanya di hadapan demonstran rakyat. Tidak dengan Nasution, Soekarno harus segera diganti.

Nasution menyatakan bahwa Soekarno harus bertanggung jawab atas situasi buruk yang melanda pemerintahan dan masyarakat Indonesia pada saat itu. Nasution juga menyerukan agar Soekarno dibawa ke pengadilan.

Pada 10 Januari 1967, Nasution dan MPRS bersidang lagi dan Soekarno menyerahkan laporannya (dia tidak menyampaikan hal itu secara pribadi sebagai pidato) yang diharapkan bisa mengatasi masalah G30S. Diberi judul “Pelengkap Nawaksara”.

Salah satu poinya jika dirinya (Soekarno) akan disalahkan atas G30S, Menteri Pertahanan dan Keamanan pada saat itu (Nasution) juga harus disalahkan karena tidak melihat G30S datang dan menghentikannya sebelum terjadi. Tentu saja laporan ini sekali lagi ditolak oleh MPRS yang dipimpin Nasution.

AH Nasution memberi selamat pada Pelantikan Suharto sebagai Acting Presiden

Pada bulan Februari 1967, DPR-GR menyerukan Sidang Istimewa MPRS pada bulan Maret untuk mengganti Soekarno dengan Soeharto. Soekarno tampaknya pasrah akan nasibnya, akhirnya pada 12 Maret 1967, Soekarno secara resmi dicabut mandatnya sebagai Presiden oleh MPRS. Nasution kemudian menyumpah Soeharto ke tampuk kekuasaan sebagai pejabat presiden. Setahun kemudian pada 27 Maret 1968, Nasution memimpin pemilihan dan pelantikan Soeharto sebagai Presiden penuh.

Dikirim oleh Tipsiana Ina pada 2 Oktober 2017


Setelah kemenanganya menumbangkan kediktatoran Soekarno. Jendral Nasution pelan-pelan menarik diri dari urusan Politik di era Presiden Soeharto. Baginya, perjuangan telah usai, membebaskan rakyat Indonesia dari cengkeraman diktator bernama Soekarno.

Sumber: militermeter.com